You are here: Home
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
PT Pertamina Serap DME 1,7 Juta Ton/Tahun
Monday, 18 January 2010 00:00
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Arttu Mega Energi (AME) menandatangani Sales Purchase Agreement (SPA) dalam rangka pengadaan Dymentil Ether (DME) sebanyak 1,7 juta ton per tahun. Kerjasama ini berlaku selama 30 tahun.

Proyek tersebut merupakan kerja sama antara PT Pertamina dengan AME dimana Bahana Securities ditunjuk sebagai financial advisor AME. Pertamina dan AME akan membangun pabrik gasifikasi batu bara menjadi methanol dan kemudian diubah menjadi DME.

"Pabrik gasifikasi tersebut rencananya akan dibangun di Pranap, Riau," demikian dikutip dari siaran pres Bahana Securities yang dikutip detikFinance, Kamis (2/7/2009).
Read more...
 
Pertamina Belum Bisa Stop Impor Bahan Bakar Minyak
Sunday, 17 January 2010 00:00

Pertamina Belum Bisa Stop Impor Bahan Bakar Minyak

Jakarta - Rencana Pertamina untuk menghentikan impor BBM pada 2017 tidak terealisasi. Ternyata pembangunan sejumlah kilang yang akan beroperasi di tahun 2017 hanya mampu menurunkan impor BBM dari 40 persen ke 15 persen.

“Kami targetkan impor BBM pada tahun 2017 hanya tinggal 15 persen,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal, di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (31/8/2009).

Read more...
 
Investor China Segera Kucuri Rp 520 Miliar ke PT Asian Aceh Fertilizer
Saturday, 16 January 2010 00:00

Investor China Segera Kucuri Rp 520 Miliar ke PT Asian Aceh Fertilizer

Jakarta - BUMN pupuk PT Asian Aceh Fertilizer (AAF) yang sudah dimatikan beberapa waktu lalu bakal dihidupkan kembali. Investor asal China siap mengucuri Rp 520 miliar.

"AAF akan dihidupkan kembali. Investor asal China akan investasi Rp 520 miliar," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2009) malam.

Read more...
 
Garda Tujuh Bidik Tambang Batu Bara di Kalimantan
Friday, 15 January 2010 00:00

Garda Tujuh Bidik Tambang Batu Bara di Kalimantan

Jakarta - PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sedang mengincar akuisisi satu kuasa pertambangan (KP) di Kalimantan guna meningkatkan produksi batu bara hingga 1,8 juta ton di 2010.

Menurut Presiden Komisaris GTBO, Fakir Chand, perseroan mengincar batubara dengan level di atas 5.800 kalori dan deposit 100 juta ton. Jika memungkinkan, akuisisi itu akan dilakukan tahun ini.

"Sedangkan produksi tahun ini maksimal 900 ribu ton batu bara," ujarnya setelah RUPS di Hotel Sultan Jakarta, Selasa, (25/8/2009).

Read more...
 
Pertamina Stop Impor Bahan Bakar Minyak 2017
Thursday, 14 January 2010 00:00
Kamis, 11/06/2009 10:05 WIB- Sumber- detikFinance- Nurseffi Dwi Wahyuni
Pertamina Stop Impor Bahan Bakar Minyak 2017

Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana menghentikan impor BBM pada 2017. Pada saat itu, sejumlah kilang baru Pertamina sudah bisa beroperasi untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri.
 
Menurut Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadiartini, kebutuhan BBM nasional pada 2017 mencapai 1.612 MBPD. Kebutuhan ini akan dipenuhi dari kilang dalam negeri yang berkapasitas 1.503 MBPD dan sisanya dipasok oleh energi alternatif.

"Jadi kita perhitungkan itu dengan asumsi program BBN sudah berjalan. Sudah ada konversi solar dari gasifikasi batubara, begitupula coal liquification, dan program-program energi alternative lainnya," ujar Rukmi di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/6/2009) malam.
Read more...
 
Pabrik Pupuk di Paliaman Uji Coba Gasifikasi Batu bara
Wednesday, 13 January 2010 00:00

Pabrik Pupuk di Paliaman Uji Coba Gasifikasi Batu Bara



Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah telah melakukan pilot project penggunaan coal gasification (batubara yang dijadikan gas) sebagai bahan bakar untuk pabrik Pupuk di Palimanan, Cirebon.
 
"Kita masih pilot project," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro usai menghadiri Conference & Workshop Indonesia Coal 2009, 'Save Coal 2009'  di Hotel Grand Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

Read more...
 
Kaltim Prima Coal Menang Tender Batubara PLTU Tanjung Jati B
Tuesday, 12 January 2010 00:00

 Kaltim Prima Caoal Menang Tender Batubara PLTU Tanjung Jati B

Rabu, 18/03/2009 10:48 WIB-detikFinance-Nurseffi Dwi Wahyuni .


Jakarta - Kaltim Prima Coal (KPC) memenangkan tender batubara untuk pasokan PLTU Tanjung Jati B. Volume batubara yang akan dipasok adalah sebesar 1 juta ton per tahun selama 5 tahun.

"Keputusan itu sudah positif. Tinggal mengurus administrasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat," kata seorang sumber PLN kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/3/2009).

Read more...
 
Produksi Gas Setara 1,384 Juta bph Diusulkan Masuk RancanganAPBN 2009
Monday, 11 January 2010 00:00
Senin, 08/09/2008 12:09 WIB- detikFinance - Alih Istik Wahyuni


Foto: Alih Istik/detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengusulkan penjualan (lifting) gas sebesar 2.747.107 BBTU atau setara dengan 1,384 juta barel minyak per hari (MBOEPD) dimasukkan dalam RAPBN 2009. Ini adalah pertama kalinya Indonesia memasukkan asumsi penjualan gas ke RAPBN.
 
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, produksi gas diprediksi masih akan terus naik hingga 2018. Setelahnya produksi baru akan menurun jika tidak diketemukan cadangan-cadangan baru. Hal ini berbeda dengan produksi minyak yang saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan.
 
"Energi fosil merupakan energi transisi yang menjembatani sampai sebelum energi terbarukan dikembangkan pada keekonomiannya. Karena itu, kami mencoba untuk memasukkan juga asumsi gas," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (8/9/2008).
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 10

Bookmarks/Share

Bookmark and Share

Who's Online

We have 3 guests online

Tag

Gasifikasi Batubara,Coal Gas, Coal Gasification,Coal Gasifier,Jakarta, Indonesia

>

Gasifikasi Batubara, Coal Gas, Coal Gasification, Coal Gasifier, Furnace, Reaktor, Jakarta, Indonesia

Gasification Generator, Reaktor Gasifikasi Batubara, Coal Gasifier furnace, Coal Gas Burner, Coal Bed Methane.

Bookmark and Share