|
Saturday, 06 February 2010 00:00 |
Eddi Santosa - detik News - Rabu, 27/10/2004 08:33 WIB Seminar IAMS-N, TU Delft Den Haag - Sistem pembangkit listrik stokastik diharapkan menjadi alternatif sistem konvensional bersumber bahan bakar tak terbarui: minyak bumi dan batubara. Hal itu disampaikan Muhammad Reza, kandidat doktor teknik energi listrik pada Technische Universiteit Delft, Belanda, kepada detikcom Selasa (26/10/2004) petang waktu setempat. Menurut Reza, yang dimaksud listrik stokastik adalah listrik yang dihasilkan dari pasokan sumber energi tak tentu, misalnya dari tenaga tiupan angin atau sinar matahari. Dengan kata lain listrik stokastik adalah kebalikan dari listrik deterministik (dapat ditentukan) atau listrik konvensional yang telah lazim dimanfaatkan seperti dihasilkan PLN, yang tersentralisasi, berskala besar, dan berbahan bakar minyak bumi atau batubara. Ke depan, kata Reza, penggunaan listrik stokastik ini harus menjadi keniscayaan karena ramah lingkungan dan bersifat renewable (terbarukan). "Mengingat bahwa sistem tenaga listrik pada awalnya didisain untuk menggunakan sistem pembangkitan tenaga listrik deterministik, maka diperlukan studi terhadap sistem tenaga listrik di masa depan yang banyak menggunakan sistem pembangkit tenaga listrik stokastik ini," ujar jebolan ITB, yang mempresentasikan makalahnya tentang listrik stokastik tersebut pada seminar sekaligus launching organisasi para matematikawan Indonesia di Belanda, The Indonesian Applied Mathematics Society in the Netherlands (IAMS-N) di ruang Anthony Snijderzaal, Fakultas Teknik Elektro, Matematika dan Informatika, 21/10/2004 lalu. |
|
Read more...
|
|
Friday, 05 February 2010 00:00 |
Rita Uli Hutapea - detikNews-Kamis, 21/10/2004 16:11 WIB
Jakarta - Lokasi tambang batubara Cina kembali menelan korban jiwa. Ledakan gas bawah tanah terjadi di pertambangan batubara di Cina tengah dan menewaskan sedikitnya 56 pekerja tambang. Hampir 100 orang lainnya hilang dan dikhawatirkan meninggal dalam salah satu bencana pertambangan terburuk di negeri Tirai Bambu itu. Peristiwa tersebut terjadi di tambang batubara Daping dekat Xinmi di provinsi Henan yang dipenuhi sekitar 450 pekerja saat musibah terjadi Rabu (20/10/2004) waktu setempat. Sekitar 100 petugas penyelamat dikerahkan untuk mencari para korban. Sampai Kamis dini hari waktu setempat, 56 jenazah sudah ditemukan dan 92 pekerja tambang hingga kini belum diketahui nasibnya. Mereka dikhawatirkan tewas. "Seluruh daerah telah ditutup, dan tidak seorang pun diizinkan masuk," ujar seorang staf pertambangan kepada AFP, Kamis (21/10/2004). |
|
Read more...
|
|
Thursday, 04 February 2010 00:00 |
detik News - Taufik Wijaya -Jumat, 16/07/2004 16:38 WIB
Palembang - Sampai hari kelima, enam korban perompakan terhadap Kapal Global Semesta 1 di Selat Bangka, Minggu (11/7/2004) lalu, belum ditemukan. Polisi Airud Polda Sumsel terus melakukan pencarian. Usaha pencarian itu belum mendapatkan hasil. Begitu pun pencarian terhadap para perompak yang diperkirakan berjumlah 12 orang itu. "Belum, Mas, kita belum menemukan para korban. Tapi kita terus melakukan pencarian," kata Direktur Polisi Airud Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Purnomo, kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Jumat (16/7/2004) sekitar pukul 16.10 WIB. |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 03 February 2010 00:00 |
detikNews (14/7/2004) - Taufik Wijaya Palembang - Sampai Rabu (14/7/2004) sore ini enam awak kapal Global Semesta 1 yang dirompak dan dibuang ke laut dalam kondisi terikat, di Selat Bangka, Minggu (11/7) belum ditemukan. Sementara pelakunya diperkirakan masih berjaringan dengan perompak yang telah ditangkap Polda Sumsel beberapa waktu lalu. "Belum, Mas. Kita belum mendapatkan kabar terbaru mengenai para korban," kata Direktur Polisi Airud Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Purnomo, kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Rabu (14/7/2004) sore sekitar pukul 16.00. |
|
Read more...
|
|
Tuesday, 02 February 2010 00:00 |
Rabu, 14/07/2004 11:07 WIB - detik News -Taufik Wijaya - detikNews Palembang - Tiga dari Sembilan awak kapal Global Semesta 1 yang menjadi korban perompakan di Selat Bangka ditemukan. Sayangnya, 1 di antara mereka meninggal dunia. Informasi mengenai penemuan korban ini diungkapkan oleh Direktur Polisi Airud Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Purnomo, kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Rabu (14/7/2004). Dua korban selamat masing-masing HD. Afjuddin, asal Cirebon, Jawa Barat dan Doni William, warga Jl. Swadaya, Jakarta Utara. Sedangkan korban meninggal Hendri Humede (61), warga Sekojo, Palembang. Jenazah Hendri ditemukan terapung di laut dengan posisi tangan terikat. "Para korban ditemukan Selasa (13/7/2004) sore. |
|
Read more...
|
|
Monday, 01 February 2010 08:14 |
Selasa, 13/07/2004 16:20 WIB-detik News-Taufik Wijaya Palembang - Perompakan kembali terjadi di perairan Selat Bangka. Kapal tongkang Global Semesta I bermuatan 7.203 ton batu bara dibajak 12 perompak. Peristiwa itu terjadi hari Minggu (11/7/2004) lalu. Akibat perompakan ini, seorang ABK selamat setelah sebelumnya sempat dilempar ke laut. Sedangkan sembilan orang lainnya, sampai hari ini, Selasa (13/7/2004) belum diketahui nasibnya. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Boombaru, Palembang, Kolonel (P) Yayat Achmad Hadirat kepada pers di kantornya, Boom Baru, Jalan Veteran, Palembang, Selasa (13/7/2004) |
|
Read more...
|
|
Saturday, 30 January 2010 00:00 |
Minggu, 11/04/2004 06:47 WIB-Reuters - detikNews Jakarta - Ledakan gas terjadi di tambang batubara di Siberia, Rusia, menewaskan 30 penambang. Regu penyelamat hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap 20 orang yang hilang di bawah tanah. Dengan tim penyelamat bekerja sepanjang malam, kantor berita Rusia Itar-Tass melaporkan 30 orang telah ditemukan menjadi mayat di distrik Kemerovo, Siberia, jantung wilayah batubara Kuzbass tempat kecelakaan terjadi secara reguler. Kantor berita Rusia lainnya, Interfax menyatakan angka tewas 28 orang. Disebutkan, enam mayat telah ditemukan setelah pukul 01.00 Minggu pagi, sekitar 19 jam setelah ledakan terjadi, seperti dilansir Reuters, Minggu (11/4/2004). |
|
Read more...
|
|
|