| Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) |
| Friday, 22 January 2010 00:00 |
|
Jakarta,Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan sebaiknya proses divestasi saham perusahaan pertambangan asing di Indonesia dilaksanakan secara business to business (B2B) atau antar perusahaan. "Hal ini guna menghindari konflik kepentingan antara Pemerintah, sebagai pembuat aturan, dengan pihak perusahaan asing, sebagai pemain, tidak terjadi", kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Herman Afif Kusumo di Jakarta, Jumat (3/7). Penting untuk disadari, jelas Herman, dalam bisnis pertambangan peran investasi asing masih dibutuhkan terutama pengembangan mineral logam di industri hilirnya. "Sektor ini membutuhkan modal besar dan teknologi tinggi dimana bangsa kita masih minim", ungkap Herman. Menurut Kadin, sebagaimana diungkapkan oleh Herman, pihak nasional sebenarnya telah mampu berperan secara maksimal khususnya di sektor pertambangan batubara. Namun, menurutnya, pada proses di hilir misalnya, gasifikasi batubara, pencairan batubara maupun upgrading brown coal (meningkatkan kualitas batubara berkalori rendah), masih memerlukan dana besar dan teknologi tinggi. "Sama halnya pada sektor mineral industri, kita masih lemah dalam hal pendanaan dan teknologi pengolahannya", imbuh dia. Oleh karena itu, menurut Herman, ketentuan divestasi saham perusahaan pertambangan asing yang jumlahnya diatur sebesar 20 persen, harus dilaksanakan secara bijaksana. "Divestasi adalah amanat Undang-undang, maka harus dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya sebaiknya dilakukan melalui mekanisme business to business, dilakukan antara perusahaan asing dengan BUMN, BUMD, atau perusahaan swasta nasional", pungkas Herman. Herman menegaskan, Pemerintah sebaiknya berperan sebagai fasilitator agar tidak terjadi konflik kepentingan. INILAH. COM, 03/07/2009[*/cms] |
Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar 28 March 2011
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010
Garda Tujuh Buana Bidik Tambang Batubara di Kalimantan 18 January 2010