| 50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan |
| Wednesday, 20 January 2010 00:00 |
|
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan Sekitar 50 miliar ton cadangan batubara peringkat rendah produksi Indonesia siap dikomersialkan setelah di-upgrade(ditingkatkan kualitasnya) pada tahun 2010. Pasokan tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk untuk peningkatan pasokan batu bara berkualitas untuk pembangkit Lisrtik Tenaga Uap (PLTU). Professor Riset Bidang Teknik Bahan Bakar dan Pembakaran dari Puslitbang Teknologi Mineral dan Batu Bara (tekMIRA) Dapertemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr.Bukin Daulay, di Bandung, minggu (29/11) mengatakan, saat ini telah dikembangkan teknologi up-grading untuk meningkatkan batu bara peringkat rendah menjadi tinggi, sehingga diperoleh efisiensi energi tinggi serta bernilai tambah dan aman dalam pengangkutannya. Saat ini sedang dilakukan berbagai uji coba dan pengenalan hasil upgrade batu bara peringkat rendah melalui teknologi pemanfaatan batu bara ramah lingkungan underground coal gasification (UCG)di Kali mantan Selatan. “Program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan penggunaan batu bara secara optimal, untuk menyukseskan diversifikasi energi, menambah pasokan energi nasional, meningkatkan nilai tambah penggunaan batu bara, serta mendorong penggunaan batu bara bersih,” kata Bukin yg sebelumnya memperoleh orasi pengukuhan Professor Riset Bidang Teknik Bahan Bakar dan Pembakaran di tekMIRA, Jumat(20/11). Khusus untuk pasokan batu bara bagi PLTU, menurut dia, selama ini memang sudah dilakukan, baik dari jenis peringkat rendah maupun tinggi. Namun mulai tahun 2010, pasokan batu bara peringkat tinggi direncanakan ditambah untuk PLTU melalui upgrade dari batu bara peringkat rendah, dengan tujuan menghilangkan efek abu, kadar air tinggi, untuk meningkatkan kualitas energi listrik. Selama ini sumber daya batu bara di Indonesia berjumlah 104,8 miliar, tetapi 60 persen diantaranya berperingkat rendah dangan kalori rata-rata maksimal 5.000-6.000. pada tahun 2008, Indonesia menempati menempati 9 produsen batu bara dunia dengan produksi 233 juta ton, sedangkan sebagai pengekspor menempati urutan ke-3 dengan jumlah pasokan 160 juta ton. Kepada Badan Litbang DESDM, Bambang Dwiyanto mengatakan, mengingat sebagian besar batu bara Indonesia terdiri atas jenis peringkat rendah, penelitian selanjutnya harus difokuskan kepada upaya komersialisasi dan memberi nilai tambah. Tantangan terbesar Indonesia yg dikenal sebagai produsen berbagai jenis mineral dalam jumlah besar adalah tantangan agar mampu menghasilkan mineral bernilai jual tinggi. (A-81)*** Sumber :Senin, 30 November 2009-Harian PikiranRakyat, Ekonomi dan Keuangan, hal 22 kol 1. |
Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar 28 March 2011
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
Garda Tujuh Buana Bidik Tambang Batubara di Kalimantan 18 January 2010