| PT Pertamina Serap DME 1,7 Juta Ton/Tahun |
| Monday, 18 January 2010 00:00 |
|
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Arttu Mega Energi (AME) menandatangani Sales Purchase Agreement (SPA) dalam rangka pengadaan Dymentil Ether (DME) sebanyak 1,7 juta ton per tahun. Kerjasama ini berlaku selama 30 tahun. Proyek tersebut merupakan kerja sama antara PT Pertamina dengan AME dimana Bahana Securities ditunjuk sebagai financial advisor AME. Pertamina dan AME akan membangun pabrik gasifikasi batu bara menjadi methanol dan kemudian diubah menjadi DME. "Pabrik gasifikasi tersebut rencananya akan dibangun di Pranap, Riau," demikian dikutip dari siaran pres Bahana Securities yang dikutip detikFinance, Kamis (2/7/2009). Untuk tahap awal kerja sama pengadaan DME, AME rencananya akan membangun pabrik yang mengubah Methanol menjadi DME di Eretan, Jawa Barat dengan kapasitas 840 juta ton DME per tahun senilai US$ 227 juta. Seluruh hasil produksi tersebut akan digunakan oleh Pertamina. Selain di Cerebon, ke depannya AME juga akan membangun pabrik lainnya di daerah Gresik, Jawa Timur. DME merupakan produk subsititusi LPG yang pertama hadir di Indonesia. Di negara-negara maju, produk alternatif pengganti LPG ini telah digunakan sebagai salah satu bahan bakar alternatif untuk transportasi dan kebutuhan rumah tangga. DME adalah suatu produk energi alternatif yang berbahan bahan baku methanol ini dapat diperoleh daro berbagai macam sumber energi utama sepertti gas alam, batubara, minyak bumi, bio mass yang diolah dan dikonvesrsi menjadi DME. Seperti halnya LPG, DME iuni berbentuk liquid sehingga sangat mudah untuk didistribusikan kepada para pengguna. Kamis, 02/07/2009 17:14 WIB-detikFinance-Nurseffi Dwi Wahyuni (epi/lih) |
Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar 28 March 2011
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010