| Kembangkan Geothermal, Pemerintah Mengaet Perusahaan Filipina |
| Saturday, 09 January 2010 05:07 |
Kembangkan Geothermal, Pemerintah Mengaet Perusahaan Filipina Senin, 21/04/2008 14:53 WIB detik Finance-Alih Istik Wahyuni Dalam diskusi itu, Indonesia akan mencoba mencari tahu, apa kekurangan investasi panas bumi di Indonesia selama ini kemudian bagaimana upaya perbaikannya. Indonesia merupakan negara dengan cadangan panas bumi yang besar, namun pengembangannya masih sangat kecil sampai sekarang. Beberapa proyek panas bumi yang sudah berjalan berlokasi di Jawa Barat seperti Kamojang, Salak, dan lain-lain. "Kedepan kita perlu perbaikan dan tata ulang investasi geothermal. Saya juga sudah bertemu Menko Perekonomian dan ingin sekali mengembangkan energi terbarukan," jelasnya. Insentif Bagi Batubara Kalori Rendah Selain panas bumi, Lutfi menjelaskan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro meminta agar pengembangan batubara berkalori rendah atau Low Rank Coal (LRC) mendapatkan fasilitas insentif pajak. LRC merupakan batubara dengan kadar kalori rendah. Batubara ini banyak terdapat di Indonesia, tapi belum banyak dikembangkan. Kali ini BKPM ingin memfokuskan pengembangan LRC melalui proses gasifikasi. Bahkan Lutfi mengaku pihaknya sudah meminta perwakilan Indonesia di Afrika Selatan untuk berbicara dengan Sasol. Sasol merupakan perusahaan Afrika Selatan yang sudah sangat berpengalaman mengembangkan LRC melalui gasifikasi. Gasifikasi batubara ini menjadi penting untuk dikembangkan seiring rencana pembangunan kompleks petrokimia berbasis gas. (lih/ddn)
|
Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar 28 March 2011
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010