|
Rabu, 27 Februari 2008 - 14:36 wib-Okezone-Muhammad Riza BANDA ACEH Guna mendukung program penghematan energi nasional, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan kebijakan memberian insentif dan disinsentif bagi masyarakat yang mau berhemat energi.
"Kita imbau masyarakat untuk berhemat dalam pemakaian tenaga listrik, pelanggan yang berhemat lebih dari 20 persen pemakaian dari rata-rata nasional perbulan, akan mendapat insentif, berupa pengurangan pembayaran yang dilakukan langsung di rekening," kata General Maneger (GM) PT PLN Aceh, Syarifuddin Ibrahim, di Banda Aceh, Rabu (27/2/2008).
Syaifuddin menjelaskan bagi masyarakat yang tidak me lakukan penghematan dengan pemakaian lebih besar dari rata-rata nasional (80 persen), akan diberikan disinsentif berupa denda. Yakni pemakaian 20 persen di atas rata-rata nasional akan dikenakan denda 1,6 persen dari tarif dasar listrik (TDL). Dia juga menyebutkan diharapakan Indonesia dapat menghemat biaya hingga Rp18 triliun dan pemberian insentif ini baru akan diberlakukan pada rekening bulan April. "Yang diberikan insentif dan disinsentif ini seluruh pelanggan rumah tangga, pemerintah dan sosial, golongan bisnis. Kecuali dengan daya di atas 200 KVA (B-III) dan semua golongan industri. Namun program ini tidak permanen, hanya tahun 2008 ini saja," ujarnya.
Sementara menyinggung masalah pembangunan pembangkit listrik di Aceh, menurutnya, baru pada tahun 2010 Aceh mengalami kecukupan arus listrik, jika MoU pembangunan pembangkit listrik di Aceh telah berjalan. Saat ini, paling sedikit sudah lima MoU dengan pihak swasta yang ditandatangani pihak PLN Aceh.
"Kemarin kita telah membangun kerjasama dengan Malaysia, yang akan membangun pembangkit listrik di Blang Ulam, dengan kapasitas 200 MW. Sebenarnya banyak MoU yang sudah kita tandatangani, masih jauh memang, tapi kita terus jalan," ungkapnya.
Selain berharap dari listrik swasta, pihak PLN juga membangunan pembangkit sendiri, seperti Suak Puntong, Nagan Raya. Sedangkan di meulaboh, Aceh barat, pembangunan pembangkit listrik dikerjakan oleh salah satu perusahaan nasional (Media grup).
Saat ini untuk beban puncak pemakaian arus listrik di Aceh mencapai 220 MW. Sedangkan pada tahun 2010 akan mencapai 260 MW.
"Tapi jika proyek kelistrikan di Aceh berjalan sesuai rencana, kita akan surplus. Jika PLTU jalan pada 2010, maka seluruh Indonesia hanya tinggal 5 persen pembangkit yang menggunakan BBM, dan sebagian menggunakan batubara," tutupnya. (mbs) |