You are here: Home Berita Berita Gasifikasi Batubara Pemerintah Siapkan Rp 1 Trilyun Untuk Konversi Pabrik Pupuk
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Pemerintah Siapkan Rp 1 Trilyun Untuk Konversi Pabrik Pupuk
User Rating: / 0
PoorBest 
Wednesday, 23 December 2009 00:00

Kamis, 19/10/2006 17:06 WIB-Arin Widiyanti - detikFinance

Jakarta

Pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 1 triliun guna konversi bahan bakar dari gas ke batubara untuk pabrik pupuk. Bantuan yang tepatnya mencapai US $111 juta atau setara Rp 1,02 triliun akan dialokasikan di lima pabrik pupuk BUMN.

Bantuan yang dialokasikan melalui penyertaan modal negara ini akan menutupi 20 persen total kebutuhan program konversi yang mencapai US$ 555,4 juta. Kelima pabrik pupuk yang mendapat bantuan konversi energi, adalah PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Petrokimia Gresik (Petrogres), serta PT Pupuk Kaltim (PKT). "Rata-rata kelima pabrik tersebut telah siap, namun saat ini ada kendala dana dan pemerintah pun tidak bisa membantu seluruh anggaran proyek tersebut, yang bisa pemerintah bantu 10-20% lewat penyertaan modal pemerintah," ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Departemen Perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/10/2006).

Menurut Fahmi, penyertaan modal negara untuk proyek tersebut akan diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2007. Namun pemerintah tidak sanggup untuk menutupi anggaran proyek secara keseluruhan yang nilainya amat besar. "Yang jelas, semua pabrik sudah sepakat untuk melakukan konversi energi. Sumber pendanaan kan tidak hanya dari pemerintah, bantuan lainnya bisa melalui perbankan dan lembaga keuangan lain," katanya. Rencananya investasi tersebut akan digunakan untuk memodifikasi pembangkit listrik, infrastruktur, pembangkit uap,serta dana cadangan. Diperkirakan total dana instlalasi mencapai US$ 447,8 juta hingga US$ 555,4 juta. Berdasarkan data Departemen Perindustrian, kebutuhan pembangkit listrik untuk seluruh pabrik pupuk di Indonesia mencapai 369 megawatt. Pasokan batubara yang dibutuhkan bisa mencapai 5.007 ton per hari. Program gasifikasi ini ditargetkan bisa menghemat 33 persen pemakaian gas atau setara 275 MMSCFD dari total kebutuhan pabrik pupuk. Gas bumi yang dapat dikonversi dengan batubara di pabrik pupuk itu dapat digunakan meningkatkan produksi urea sekitar 3 juta ton per tahun (arn/qom)