| PT. Petrokimia Gresik dan Pupuk Kalimantan Timur membuutuhkan US$ 110 Juta untuk Gasifikasi Batubara |
| Sunday, 20 December 2009 00:00 |
|
Selasa, 17/10/2006 15:47 WIB-Arin Widiyanti - detikFinance PT Petrokimia Gresik (Petrogres) dan PT Pupuk Kalimatan Timur (PKT) butuh investasi tahap pertama program konversi energi (gasifikasi batubara) sebesar US$ 110,24 juta. Perinciannya Petrogres US$ 71,04 juta dan PKT US$ 39,2 juta. Kedua BUMN pupuk ini dinilai paling siap untuk melakukan program konversi energi menjadi batubara. Pasalnya, kedua perusahaan ini paling dekat dengan sumber batubara, dan pasokan gasnya bermasalah. Hal itu diungkapkan Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin), Benny Wahjudi di kantornya di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (17/10/2006). "Saat ini Petrokimia Gresik memakai solar untuk energi pembangkit listrik , sehingga mendesak diganti menjadi batubara. Sedangkan PKT merupakan perusahaan yang paling siap dalam program konversi energi ini," tutur Benny. Benny menerangkan, program ini akan digulirkan tahun depan. Untuk merealisasikan program ini dibutuhkan waktu 18 bulan. Kapasitas pembangkit listrik yang diperlukan masing-masing pabrik pupuk antara lain Petrogres 45 megawatt dan PKT sebanyak 135 megawatt. Untuk konversi energi ini, Petrogres membutuhkan pasokan batubara 769 ton per hari. Sedangkan PKT membutuhkan pasokan batubara 2.033 ton per hari. "Untuk program ini, ada tiga skema pendanaan yang sedang dibahas, yakni modal perusahaan dari APBN, dana swasta, serta dana investor yang tertarik," papar Benny. Benny menjelaskan, program konversi energi ini bertujuan mengubah bahan baku gas yang digunakan untuk pembangkit listrik pabrik pupuk menjadi batubara. Saat ini setiap pabrik pupuk menggunakan gas untuk produksi uap dan listrik mencapai 25-30 persen dari total kebutuhan gas. Sementara Deputi Direktur Kerjasama Industri dan Promosi Investasi Depperin, Abdul Rochim menambahkan, program gasifikasi ini ditargetkan dapat menghemat 33 persen pemakaian gas atau 275 milion metric square cubic feet per day (mmscfd) dari total kebutuhan pabrik pupuk. Gas bumi yang dapat dikonversi dengan batubara di pabrik pupuk itu dapat digunakan meningkatkan produksi urea sekitar 3 juta ton per tahun. Saat ini kebutuhan gas untuk pabrik pupuk mencapai 835 mmscfd. Namun realisasi pasokan gas untuk pabrik-pabrik pupuk hanya 570 mmscfd. Program gasifikasi batubara untuk pabrik pupuk ini membutuhkan total pasokan batubara sebanyak 14.691 ton per hari atau 4.848.030 ton per tahun. "Kebutuhan total ini mencakup tahap pertama yang digunakan pembangkit listrik, tahap kedua untuk package boiler," jelas Abdul. (ir/ir) |
Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar 28 March 2011
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010