You are here: Home Berita Berita Gasifikasi Batubara Tahun Ini PT Pupuk KaltimTerbitkan Obligasi 1 Truliun
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Tahun Ini PT Pupuk KaltimTerbitkan Obligasi 1 Truliun
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 18 December 2009 00:00

5/03/2009 - 10:20

INILAH. COM, Jakarta

PT Pupuk Kaltim berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun sebagai alternatif pinjaman bank. BUMN ini berupaya untuk mendiversifikasi suplai gas, yang selama ini hanya mengandalkan dari gas alam.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Hidayat Nyakman mengatakan obligasi yang diterbitkan untuk mendukung pembangunan pabrik. "Ada dua proyek yang akan dibiayai oleh dana obligasi itu, yaitu pembangunan pabrik pupuk Kaltim V dan boiler batu bara (gasifikasi batu bara) dengan nilai total US$1,03 miliar," katanya di Jakarta.


Pembangunan pabrik pupuk Kaltim V membutuhkan dana hingga US$935 juta. Pabrik ini nantinya akan menggantikan pabrik yang lama, Kaltim I. Saat ini kapasitas produksi amoniak Kaltim I mencapai 2.000 ton per tahun, dan pabrik Kaltim V mampu memproduksi amonia sebesar 3.000 ton per tahun.

Selanjutnya, pabrik gasifikasi batu bara yang akan dibangun membutuhkan dana hingga sebesar US$100 juta. BUMN produsen pupuk ini berupaya untuk mendiversifikasi suplai gas, yang selama ini hanya mengandalkan dari gas alam. Dengan pabrik gasifikasi ini, Kaltim akan lepas dari ketergantungan suplai gas alam, dan bisa mendiversifikasi pasokan gas.

Terkait dengan penerbitan obligasi tersebut, sejauh ini Pupuk Kaltim telah menjajaki PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi. Kendati demikian, perseroan juga menjajaki perusahaan sekuritas BUMN lain untuk membantu penerbitan obligasi.

Hidayat menuturkan perseroan telah menggelar pembicaraan informal dengan Danareksa terkait rencana itu. Pihaknya akan berbicara dengan BUMN sekuritas lainnya, seperti Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities.

Tahun lalu, produsen urea terbesar nasional ini menyatakan untuk membatalkan rencana penerbitan obligasi senilai US$150 juta karena situasi pasar yang kurang kondusif.[*/hid]