| PT Bumi Lestari Persada AAF Rp 509 M |
| Monday, 14 December 2009 00:00 |
|
Senin, 04/09/2006 17:57 WIB-Arin Widiyanti - detikFinance PT Bumi Lestari Persada, yang investornya dari Cina, dipastikan mengambilalih 100 persen saham PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) senilai Rp 509 Miliar. Angka ini jauh diatas angka penawaran AAF yang sekitar Rp 400 Miliar. PT Bumi Lestari juga menyatakan siap menggunakan gasifikasi batubara sebagai bahan bakarnya, mengingat selama ini masalah AAF adalah kekurangan pasokan gas. Demikian disampaikan staf khusus Menteri Perindustrian Rauf Purnama di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (4/9/2006).
Rauf sebelumnya menjabat Dirut AAF dan menjadi tim likuidator AAF "Penawar AAF ada 13 perusahaan, namun pemegang saham hanya tertarik pada dua perusahaan karena hanya dua perusahaan itu yang bersedia memenuhi syarat untuk tidak merelokasikan pabrik AAF keluar Aceh yakni Medco dan PT Bumi Lestari Persada," jelas Rauf. Menurutnya pelelangan AAF sudah sesuai prosedur dan disepakati DPR, DPRD tingkat I dan II, Depkeu, Depkum dan HAM dan para pemegang saham. Ini juga tidak berlawanan dengan UU BUMN karena AAF adalah perusahaan joint Venture. "Secara korporat yang menentukan ditutup atau dijual itu pemegang saham, yang telah menunjuk tim likuidator dan sepakat menunjuk PT Bumi untuk mengambilalih pada September ini lalu tinggal menjalankan," tambahnya. Pemegang saham, ungkap Rauf, menyatakan puas karena harga jual diatas harga penawaran. "Karena kalau kurang batal, namun tampaknya direksi lama tidak direkrut lagi," ujarnya. AAF yang berlokasi di Lhokseumawe Aceh merupakan produsen pupuk urea dan amoniak cair yang dimiliki negara-negara ASEAN. Komposisi sahamnya adalah 60 persen Indonesia yang diwakili PT Pusri, Malaysia melalui Petronas 13 persen. Filipina melalui National Fertilizer Corporation of Phillipine 13 persen, Departemen Keuangan Kerajaan Thailand 13 persen dan Temasek Holding Pte, Ltd Singapura 1 persen. (ir/) |
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010
Garda Tujuh Buana Bidik Tambang Batubara di Kalimantan 18 January 2010