You are here: Home Berita Berita Gasifikasi Batubara Akan Hidupkan Lagi Industri Pupuk , Gasifikasi Batubara
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Akan Hidupkan Lagi Industri Pupuk , Gasifikasi Batubara
User Rating: / 0
PoorBest 
Saturday, 12 December 2009 00:00

Kamis, 24/08/2006 17:46 WIB-Arin Widiyanti - detikFinance

Jakarta

- Pemerintah menyiapkan gasifikasi batubara untuk menghidupkan kembali industri pupuk nasional yang selama ini terkendala kurangnya pasokan gas alam. Diperkirakan nilai investasi yang diperlukan untuk proyek ini mencapai US$ 500 juta. Demikian diungkapkan Benny Wahyudi, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/8/2006).

Gasifikasi batubara merupakan salah satu rancangan diversifikasi energi, yang berupaya menghasilkan gas dari batubara sebagai pengganti gas alam. Menurut Benny, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan kalangan pengusaha pupuk untuk membahas proyek ini dan tengah melakukan perhitungan teknis. "Kami merekomendasikan langkah ini, karena selain menjadi alternatif sumber energi juga bisa membawa penghematan biaya produksi," kata Benny. Investasi sebesar US$ 500 juta ini, lanjut Benny, merupakan nilai total untuk gasifikasi seluruh industri pupuk di Indonesia. Biaya sebesar ini diperuntukkan bagi penyediaan turbin pengolah gas dengan bahan baku batubara. Selama ini, industri pupuk menyerap 30 persen gas sebagai energi dan sisanya sebagai bahan baku. "Negara lain seperti Jerman, Cina dan Afrika Selatan sudah mulai mengembangkan konsep ini," katanya. Namun langkah ini pun, menurut Benny, bukan tanpa masalah. Untuk menunjang langkah ini diperlukan adanya sebuah stockpile atau simpanan batubara dalam jumlah besar. Benny mencontohkan, untuk pabrik sekelas Aceh ASEAN Fertilizer (AAF) yang berkapasitas produksi 600 ribu ton per tahun, diperlukan pasokan batubara hingga 6.000 ton per hari yang pasokannya harus kontinu. Selain pasokan, masalah transportasi serta dampak negatif bagi lingkungan pun harus turut dipertimbangkan. Namun apapun risikonya, lanjut Benny, secara prinsip pemerintah menjadikan diversifikasi gas melalui batubara sebagai arah pengembangan energi alternatif bagi industri pupuk. (ir/)