You are here: Home Berita Berita Gasifikasi Batubara Indonesia Ajak Jepang Investasi Sektor Gas
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Indonesia Ajak Jepang Investasi Sektor Gas
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 11 December 2009 11:33

Selasa, 01/08/2006 16:15 WIB-Maryadi - detikFinance

Jakarta - Pemerintah Indonesia mengajak Jepang untuk menanamkan investasi di sektor gas. Sehingga nantinya produksi gas itu bisa untuk memenuhi kebutuhan para buyer di Jepang. Hal itu diungkapkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai menyaksikan penandatanganan pinjaman proyek Kilang LNG Tangguh senilai US$ 2,6 miliar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (1/8/2006).

Purnomo mengatakan, dalam pertemuan dengan para buyer Jepang itu, dirinya telah meminta agar mereka agar tidak hanya melihat dalam skala mikro yakni perpanjangan kontrak gas setelah tahun 2010 saja. "Namun, hendaknya juga melihat dalam skala lebih luas yakni melakukan investasi di Indonesia dalam sektor energi," katanya. Investor Jepang, kata Purnomo, bisa juga masuk dalam bisnis "coal belt methane" (CBM) yang cadangannya mencapai 400 triliun kaki kubik, batubara cair atau gasifikasi batubara. Para investor, lanjutnya, bisa pula menanamkan modalnya dalam pengembangan gas di Blok Masela, Donggi, Senoro, Matindok, dan Natuna.

"Saya kira sebelum kontrak gas habis tahun 2010, mereka masih mempunyai cukup waktu guna mengembangkannya," ujarnya. Purnomo juga mengatakan, para pembeli gas dari Jepang bisa memahami kebijakan Pemerintah Indonesia yang akan memprioritaskan produksi gas untuk kepentingan domestik. "Saya telah sampaikan kepada pembeli Jepang bahwa prioritas gas pertama buat domestik, kalau ada sisa baru buat ekspor dan mereka bisa pahami itu," kata dia. Para pembeli Jepang itu di antaranya Kanzai, Tokyo Electric, dan Sakai Gas. (qom/)