| Rambah Bisnis Gasifikasi Batubara - Orang Terkaya ke-6 RI Nilai Investasi capai US$ 2 Miliar |
| Monday, 28 March 2011 15:20 |
|
JKT - Pemilik Indorama , Sri Prakash Lohia yang kini masuk jajaran orang terkaya ke-6 di Indonesia berencana investasi di sektor gasifikasi batubara. Nilai investasinya diperkirakan bisa mencapai US$ 2 miliar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Istana Negara, Senin (28/Maret/2011)
"Terus kalau gasifikasi batubara jadi itu mungkin US$ 2 miliar," katanya. Proses gasifikasi batubara adalah proses yang mengubah batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. Ia menambahkan, Indorama juga akan menambahkan investasi di sektor polyester senilai US$ 200 juta pada tahun 2011. Saat ini, lanjut Gita, Indorama telah mengontrol pangsa pasar polyester 27-30% di dunia, menjadi yang terbesar di dunia. "Mereka lagi ekspansif, agresif banget. Mereka kan headquarter-nya di salah satu kantor terbesarnya di Thailand, di Bangkok. Kita sih mau upaya supaya mereka bisa mengalihkan kantornya dari Thailand ke Jakarta juga. Kalau bisa, bisa TBK (perusahaan terbuka) juga di sini," katanya. Dikatakan Gita kapitalisasi pasar Indorama di Thailand saat ini sudah US$ 8 miliar. Saat ini, entitas binis Prakash Lohia sudah merambah di Thailand, Kazakhstan, Nigeria, Indonesia, beberapa negara di Asia Tengah dan Eropa. "Kalau untuk pabrik baru mereka minta (insentif) yang dua itu. Tax allowance. kalau gasifikasi batu bara yang mungkin mereka bisa kasih, kita bisa Sri Prakash Lohia merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Sri Prakash berada di urutan ke-6 dengan harta kekayaan ditaksir mencapai US$ 2,65 miliar atau sekitar Rp 24 triliun. (hen/qom) sumber:Detikcom |
25 Investor Amerika Serikat Siap Masuk Indonesia 22 January 2010
Divestasi Saham Tambang Sebaiknya business to business (B2B) 21 January 2010
Pertamina Ganti Elpiji dengan dimetil eter (DME) 20 January 2010
50 Miliar Ton Batubara Siap dikomersialkan 19 January 2010
Garda Tujuh Buana Bidik Tambang Batubara di Kalimantan 18 January 2010