You are here: Home Berita Berita Batubara Batubara - Mogok KA Ancam Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa-Bali
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Batubara - Mogok KA Ancam Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa-Bali
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 01 March 2010 00:00

Kamis, 04/08/2005 10:44 WIB - detikNews - Umi Kalsum

Jakarta - Ancaman terganggunya pasokan listrik di Jawa-Bali jika karyawan PT Kereta Api (KA) menjalankan aksi mogok dibenarkan PT PLN (Persero). Meski tidak ingin mencampuri urusan internal KA, PLN mengimbau KA tetap memperhatikan pasokan batubaranya, sehingga pemadaman listrik bisa dihindari. "Kalau betul mereka akan mogok massal, tolong bagian yang melayani batubara tetap beroperasi. Sebab kalau mogoknya berlarut-larut kita khawatir terjadi pemadaman bergilir lagi di Jawa-Bali," ungkap GM Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Jawa-Bali PT PLN Muljo Adji kepada detikcom Kamis, (4/8/2005).

Muljo mengaku, PLN sudah melakukan pembicaraan serius dengan Dirut PT KA Omar Berto mengenai rencana mogok massal karyawan KA pada 8-10 Agustus 2005 mendatang. "Dalam pembicaraan itu kita minta KA tetap memperhatikan pasokan batubara. Pak Omar janji akan memperhatikan hal itu," ungkap Muljo. Selain mengimbau PT KA, PLN juga melakukan sejumlah persiapan agar pasokan listrik di wilayah Jawa-Bali tidak terganggu, antara lain mengupayakan agar pasokan BBM juga tidak terganggu. PLN saat ini sedang mengecek cadangan BBM di semua pembangkit di Jawa-Bali. Rata-rata pembangkit masih memiliki cadangan untuk 5-7 hari. Bahkan ada yang cadangannya masih cukup untuk 10 hari. Sedangkan di pembangkit listrik Suralaya, PLN masih memiliki cadangan batubara untuk 15 hari lagi. "Itu stok di bawah normal, normalnya 21 hari. Jadi, kalau betul karyawan KA akan mogok tentu akan mengganggu suplai dan menurunkan cadangan batubara di Suralaya di bawah 15 hari," kata Muljo. Setiap harinya, pembangkit listrik di Suralaya membutuhkan 37.000 ton batubara. Sebanyak 60 persen pasokan batubara itu dikirim dari PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang ada di wilayah Tangjungenim, Sumsel. Biasanya pasokan dari PTBA diangkut ke Suralaya oleh PT KA Wilayah Divre III Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sementara, 40 persennya lagi dipasok dari sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Kalimantan. "Jadi pengaruhnya akan signifikan mengingat sebagian besar batubara di Suralaya dipasok dari PTBA. Antisipasinya, kita akan upayakan dari wilayah lain," kata dia. Status SiagaKarena itu, Muljo berharap mogok karyawan PT KA tidak akan berlarut-larut. Sebab mogok 2-3 hari saja akan membuat PLN menetapkan status siaga terhadap pasokan energi primer di wilayah Jawa-Bali. "Ini dengan catatan minyak lancar," tandas dia. Namun, jika kondisinya berlarut-larut, wilayah Jawa-Bali akan kehilangan pasokan listrik sebanyak 3.400 MW (sesuai kapasitas pembangkit listrik Suralaya). (umi/)