| Batubara - Karyawan PT Kereta Api Mogok, Listrik di Jakarta Terancam Terganggu |
| Sunday, 28 February 2010 00:00 |
|
Rabu, 03/08/2005 23:06 WIB - detikNews - Taufik Wijaya Palembang - Selama karyawan PT Kereta Api (PT KA) Wilayah Divre III Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melakukan mogok, suplai listrik di Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan terganggu. Perkiraan tersebut lantaran suplai batubara dari Tanjungenim ke Suralaya akan terganggu, sebab hampir semua pengangkutan batubara ke Suralaya menggunakan kereta api. "Setiap hari sedikitnya 20 ribu ton batubara yang diangkut menuju Suralaya menggunakan kereta api. Jadi, kami berharap ancaman mogok itu tidak terjadi karena akan mengganggu pasokan batubara tersebut," kata Sekretaris Perusahaan PT Batubara Bukitasam, Milawarman, saat dihubungi pers, di Palembang, Rabu (3/8/2005). Pemogokan ini juga akan mengganggu hubungan kerjasama antara lain PT Batubara Bukitasam dengan PT KA, sebab akan terjadi salah satu pihak melakukan ingkar sebab penghentian pengakutan bukan lantaran bencana alam. "Kami tentunya akan mengambil langkah lain. Tetapi kami berharap mogok massa itu tidak terjadi. Kasihan bangsa ini," katanya. Sementara suasana di Stasiun Kertapati, Palembang, tampak biasa dengan ancaman pemogokan tersebut. Hanya, yang terlihat sedikit terjadi penambahan penumpang dari biasanya. "Ya, sedikit ramai. Mungkin banyak penumpang yang mempercepat jadwal keberangkatan lantaran takut terjadi pemogokan. Kami harus mogok, kalau tidak mogok bagaimana nasib kami ke depan. Kami sudah bertahun-tahun tertindas," kata seorang karyawan PT KA yang mengaku lima tahun lagi pensiun. (ddn/) |
Batubara - 25 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) selesai direstrukturisasi 02 March 2011
dua puluh lima Badan Usaha Milik Negara selesai direstrukturisasi 08 March 2010
Batubara- Belanda Pindahkan Problem Lingkungan ke Indonesia 03 March 2010
Batubara - Pascatabrakan, Masinis KA Ekonomi & Batubara Dikroscek 01 March 2010
Batubara - Mogok KA Ancam Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa-Bali 28 February 2010