You are here: Home Berita Berita Batubara Enam Korban & Kawanan Perompak di Selat Bangka Belum Ditemukan
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Enam Korban & Kawanan Perompak di Selat Bangka Belum Ditemukan
User Rating: / 0
PoorBest 
Wednesday, 03 February 2010 00:00
detikNews (14/7/2004) - Taufik Wijaya
Palembang - Sampai Rabu (14/7/2004) sore ini enam awak kapal Global Semesta 1 yang dirompak dan dibuang ke laut dalam kondisi terikat, di Selat Bangka, Minggu (11/7) belum ditemukan. Sementara pelakunya diperkirakan masih berjaringan dengan perompak yang telah ditangkap Polda Sumsel beberapa waktu lalu. "Belum, Mas. Kita belum mendapatkan kabar terbaru mengenai para korban," kata Direktur Polisi Airud Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Purnomo, kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Rabu (14/7/2004) sore sekitar pukul 16.00. Selain belum mendapatkan ke-6 korban itu, kata Bambang, pihaknya juga masih memburu para perompak yang meninggalkan tongkang yang dirompak di Tanjung Tapa, Bangka. "Kita hanya minta keterangan dari tiga korban yang selamat, dan terus melakukan penyelidikan," katanya. Tapi Bambang memperkirakan para pelaku perompakan kapal tongkang pengakut batubara Global Semesta 1, itu masih mempunyai hubungan dengan para perompak kapal yang ditangkapnya beberapa waktu lalu. Para perompak yang dimaksud Bambang, yakni Basroni (42) dan Mat Yani (35) yang ditangkap Polairud Polda Sumsel pada 6 Juni 2004 lalu. Kedua perompak itu dikenal sadis lantaran sering membunuh korbannya. Aksi kelompok Basroni terakhir adalah perompakan di perairan Selat Bangka, 4 Mei 2004, pukul 15.15 WIB terhadap tongkang Spectra TLI yang ditarik Tugboat Sumber XI. Dijelaskan Bambang, dalam pencarian para korban dan perompak, timnya yang terdiri 15 orang menggunakan dua kapal laut dan satu helikopter. "Mereka menyusuri sepanjang alur Selat Bangka dan Pesisir Timur Sumatra Selatan," jelas Bambang. Seperti diberitakan sebelumnya terjadi perompakan terhadap tugboat Global Semesta I dengan tongkangnya Global Semesta IV pada Minggu (11/7/2004) sekitar pukul 11.30 WIB lalu yang diawaki 10 orang itu. Perompakan terjadi ketika baru keluar dari area perairan Sungai Musi dan masuk ke Selat Bangka --tidak jauh dari Sungai Selan --- kapal itu dihadang perahu nelayan dan langsung merapat ke tugboat. Secara tiba-tiba dan cepat, perahu nelayan yang berisi 12 orang ini, langsung menyerang ABK menggunakan senjata api dan senjata tajam seperti golok dan parang. Selanjutnya, ke-10 ABK diikat, ditelanjangi bahkan mata mereka ditutup dengan kain dan ditahan di salah satu ruang kapal. Setelah dibawa memutar dan berada di tengah laut, seluruh ABK dinaikkan ke perahu kayu--milik perompak--lalu dilemparkan ke laut pada malam hari dengan mata tertutup dan terikat. Sampai saat ini baru 4 orang awak kapal yang ditemukan. Satu orang meninggal dunia. Korban yang meninggal adalah Hendri Humede (61), warga Sekojo, Palembang. Sementara tongkang yang digunakan mengangkut 7.023 ton batubara ditemukan di sekitar Tanjung Tapa, Bangka. (nrl/)