| 6 Korban Perompakan di Selat Bangka Tak Juga Ditemukan |
| Thursday, 04 February 2010 00:00 |
|
detik News - Taufik Wijaya -Jumat, 16/07/2004 16:38 WIB Palembang - Sampai hari kelima, enam korban perompakan terhadap Kapal Global Semesta 1 di Selat Bangka, Minggu (11/7/2004) lalu, belum ditemukan. Polisi Airud Polda Sumsel terus melakukan pencarian. Usaha pencarian itu belum mendapatkan hasil. Begitu pun pencarian terhadap para perompak yang diperkirakan berjumlah 12 orang itu. "Belum, Mas, kita belum menemukan para korban. Tapi kita terus melakukan pencarian," kata Direktur Polisi Airud Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Purnomo, kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Jumat (16/7/2004) sekitar pukul 16.10 WIB. Namun Bambang tak bisa memastikan apakah enam korban yang belum ditemukan itu masih hidup atau sudah tewas. "Kita terus berusaha, dan harapan kita mereka selamat meskipun peluangnya sangat kecil," katanya. Selain belum mendapatkan enam korban itu, pemburuan terhadap para perompak juga terus dilakukan. "Modal kita berdasarkan keterangan tiga saksi korban yang selamat dan keterangan perompak yang ditangkap beberapa waktu lalu. Kita menyebarkan tim untuk melacak para perompak itu," kata Bambang. Perompakan terhadap tugboat Global Semesta I dengan tongkangnya Global Semesta IV terjadi pada Minggu (11/7/2004) sekitar pukul 11.30 WIB. Kapal itu diawaki 10 orang itu. Perompakan terjadi ketika kapal itu baru keluar dari area perairan Sungai Musi dan masuk ke Selat Bangka --tidak jauh dari Sungai Selan --- kapal itu dihadang perahu nelayan dan langsung merapat ke tugboat. Secara tiba-tiba dan cepat, perahu nelayan yang berisi 12 orang ini, langsung menyerang ABK menggunakan senjata api dan senjata tajam seperti golok dan parang. Selanjutnya, ke-10 ABK diikat, ditelanjangi bahkan mata mereka ditutup dengan kain dan ditahan di salah satu ruang kapal. Setelah dibawa memutar dan berada di tengah laut, seluruh ABK dinaikkan ke perahu kayu--milik perompak--lalu dilemparkan ke laut pada malam hari dengan mata tertutup dan terikat. Sampai saat ini baru 4 orang awak kapal yang ditemukan. Satu orang meninggal dunia. Korb an yang meninggal adalah Hendri Humede (61), warga Sekojo, Palembang. Sementara tongkang yang digunakan mengangkut 7.023 ton batubara ditemukan di sekitar Tanjung Tapa, Bangka. (nrl/) |
Batubara - 25 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) selesai direstrukturisasi 02 March 2011
dua puluh lima Badan Usaha Milik Negara selesai direstrukturisasi 08 March 2010
Batubara- Belanda Pindahkan Problem Lingkungan ke Indonesia 03 March 2010
Batubara - Pascatabrakan, Masinis KA Ekonomi & Batubara Dikroscek 01 March 2010
Batubara - Mogok KA Ancam Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa-Bali 28 February 2010