| Dua KA Babaranjang Tabrakan, PT KAI Lakukan Investigasi |
| Friday, 29 January 2010 00:00 |
|
Jumat, 20/02/2004 14:40 WIB-Detik News - Dua KA Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) kembali tabrakan di Prabumulih, Sumatera Selatan. Delapan orang mengalami luka-luka. Kini, PT KAI sedang melakukan investigasi. Tabrakan ini sebenarnya terjadi pada Rabu (18/2/2004) sekitar pukul 23.30 WIB di jalur langsir Stasiun Simpang Penimur, sekitar 20 km dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Dua KA Babaranjang yang tabrakan itu adalah KA Babaranjang no QL 51 tujuan Kertapati-Lubuklinggau yang tengah berhenti dan KA Babaranjang No 2712 dari arah Muaraenim. Menurut Abdul Roni (49), salah satu korban yang tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang, saat ditemui pers di Kamar Lukas no 21 mengaku tidak begitu ingat persis terjadinya kecelakaan tersebut. "Aku tak ingat, kejadiannya begitu tiba-tiba," katanya. Saat terjadi tabrakan, katanya, dia masih dalam keadaan sadar, meski darah mengucur dari kening dan hidungnya. "Luka ini akibat terbentur di kotak ruangan masinis," kata masinis KA Babaranjang No 2712 ini. Roni yang sudah bekerja sebagai masinis di Perusahan Jawatan Keretapi Sumsel sejak 1978, mengaku peristiwa itu yang kali pertama dialaminya. Sebelum berangkat dari Tanjungenim Muaraenim, dia mengaku tidak memiliki firasat apa-apa. Belum diketahui pasti penyebabnya, sehingga dua KA yang seharusnya berjalan di jalur rel yang berbeda tersebut, melaju di rel yang sama. Tapi, menurut informasi sebelum terjadinya tabrakan tersebut, KA QL 51 yang dimasinisi Sarpon tanpa muatan batubara telah berjalan perlahan di Simpang Penimur karena akan berlintasan dengan KA 2712 dimasinisi Abdul Roni dengan muatan sarat batu bara di jalur rel yang berbeda. PT KAI saat ini masih melakukan penyelidikan yang mendalam atas penyebab kecelakaan tersebut. Apakah terjadi kesalahan prosedur petugas pembuka sinyal KA yang masuk ataukah kelalaian masinis yang melanggar sinyal penutup agar KA berhenti sejenak. Kepala PTKAI Divisi Regional (Divre) II Sumsel, Roni Wahyudi, kepada pers, Jumat (20/2004) di kantornya, mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi. "Kita tengah menyelidiki. Tim investigasi sedang melakukan penyelidikan," katanya. Akibat kuatnya benturan, 8 penumpang dari kedua KA terpaksa dilarikan ke RSK Charitas Palembang dan sebagian rawat inap. Sementara seorang teknisi terjepit saat melakukan perbaikan di lapangan. Kedelapan korban Sarpon itu adalah (masinis QL 51), Muhammad Nasir (asisten masinis QL 51), Soleh, dan Bambang. Sedangkan dari penumpang KA 2712, yaitu Abdul Roni (masinis), Kiswanto (asisten masinis), Mulyono, dan Alkomi. Sedangkan teknisi KA, Lagino, mengalami luka-luka akibat terjepit, saat melakukan perbaikan. Tabrakan dua kereta api ini menyebabkan laju transportasi kereta api dari jalur Palembang menuju Lubuklinggau terhambat selama 18 jam. (/) |
Batubara - 25 Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) selesai direstrukturisasi 02 March 2011
dua puluh lima Badan Usaha Milik Negara selesai direstrukturisasi 08 March 2010
Batubara- Belanda Pindahkan Problem Lingkungan ke Indonesia 03 March 2010
Batubara - Pascatabrakan, Masinis KA Ekonomi & Batubara Dikroscek 01 March 2010
Batubara - Mogok KA Ancam Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa-Bali 28 February 2010